10/02/15

Peringatan Hari Pers Nasional 2015

HARI Pers Nasional (HPN) 2015 diperingati pada hari Senin, 9 February 2015, di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau. Perayaan HPN 2015 mengangkat tema "Pers Sehat, Bangsa Hebat".

Perayaan terbesar hari pers Indonesia itu, kali ini hanya dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Padahal peringatan HPN setiap tahun, selalu dihadiri oleh presiden. Ketidakhadiran Presiden Joko Widodo karena sedang berada di Filipina setelah mengunjungi Malaysia dan Brunei Darusalam.

"Air mandi tujuh kembang, ngilu di sendi Pak Jokowi tak datang, Pak Jusuf Kalla jadi pelipur lara," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, seperti dilansir kompas.com.

Margiono menjelaskan, selama kegiatan Hari Pers Nasional 2015 sejak tanggal 4 Februari 2015, pembahasan utama dalam komunitas pers adalah kehadiran Presiden Jokowi dan Wapres JK.

Saat itu, kehadiran Presiden Jokowi masih belum bisa dipastikan. Sudah tiga sampai empat hari ini, tutur dia, komunitas pers hanya membicarakan dua hal, yaitu kehadiran Jokowi dan JK, dan ribut-ribut Polri dan KPK.

"Kenapa Pak Presiden tidak datang? Tetapi, tidak apa-apa karena Pak JK lebih berpengalaman dan lebih 'jagoan'," ucap Margiono.

Menurut dia, HPN adalah forum terbesar berkumpulnya masyarakat pers. "Tidak ada yang lebih besar. Hadir hampir seluruh komponen pers, baik senior dan yunior, jaringan komponen pers, tokoh pers nasional dan tokoh pers negara sahabat," tambah Margiono.

HPN diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Februari, sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Selain itu, HPN ditetapkan berdasarkan usulan hasil sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung, Jawa Barat, tanggal 19 Februari 1981.

Usulan Dewan Pers tersebut sebagai tindak lanjut kehendak masyarakat pers Indonesia yang tercantum dalam satu butir keputusan Kongres Ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Padang, Sumatera Barat, tahun 1978.

Mulai tahun 2012, PWI merangkul semua komponen pers untuk ikut ambil bagian dalam peringatan HPN. Sebab, pada hakikatnya, HPN milik semua komponen pers dan masyarakat luas.

Komponen pers bukan lagi milik kalangan wartawan atau jurnalis sebagai pilar utamanya, melainkan juga pihak terkait, seperti perusahaan penerbitan pers, periklanan, perhumasan, dan semua pihak yang peduli terhadap eksistensi pers yang merdeka.

Hal itu menegaskan posisi Pers sebagai pilar keempat dalam kehidupan negara demokrasi di luar lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Pejabat negara yang turut hadir dalam peringatan Hari Pers Nasional 2015, antara lain adalah Ketua MPR Zulkilfi Hasan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Selain itu, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani dan sebanyak 32 kepala daerah, serta perwakilan dari negara-negara tetangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar