09/08/16

Pokemon Go dilarang Masuk Iran


Popularitas game Pokemon Go yang menangkap monster virtual menggemaskan seperti Pikachu dan Jigglypuff di tempat-tempat dekat lokasi ponsel Anda dan melatihnya untuk bertanding. Ditentang oleh High Council of Virtual Spaces Iran.
 
Lembaga sensor virtual itu menetapkan Pokemon Go bermasalah untuk keamanan nasional dan resmi melarang permainan itu di negaranya tanpa menjelaskan secara rinci alasan keamanan nasional yang dimaksud oleh otoritas Iran itu.

Mengutip dari BBC, pemerintah Iran sebenarnya menunggu sejauhmana pembuat permainan ini akan bekerjasama dengan mereka sebelum keputusan pelarangan itu. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada penjelasan dari pertemuan itu.

Larangan Pokemon Go juga pernah dikeluarkan di Indonesia tapi berlaku untuk aparat negara, misalnya bagi tentara nasional bermain di pangkalan militer dan petugas polisi bermain saat bertugas.

Pelarangan itu muncul setelah seorang turis asal Prancis bernama Romain Pierre menerobos markas Komando Distrik Militer 0614 Cirebon, bulan lalu, demi bermain Pokemon Go.

Game Kombinasi

Pokemon Go – permainan  augmented reality (realitas tertambah) di ponsel pintar yang menggunakan GPS (global positioning system) memungkinkan para pemain untuk beranjak dari kursinya untuk mencari monster imut di jalanan nyata. Bahkan para gamers dapat bertemu di lokasi pencarian jika mengaktifkan fasilitas social media mereka.

Sejak permainan garapan Niantic Labs – studio game yang mengembangkan Pokemon Go bekerjasama dengan Nintendo dan Pokemon Company – resmi diluncurkan pada 6 Juli 2016 lalu, hanya dibutuhkan waktu 19 hari game itu telah diunduh sebanyak 50 juta kali di Google Play Store.

Jika dihitung secara total, game ini diperkirakan telah diunduh sekitar 75 juta kali oleh pengguna android dan iOS. Bahkan jumlah itu akan terus meningkat seiring dengan antusiasme masyarakat yang penasaran terhadap game tersebut.

Apalagi Pokemon baru-baru ini telah resmi meluncur di Negara Asia Negara sehingga memungkinkan para gamer di Thailand, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Taiwan, Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, Federasi Mikronesia, dan Palau bermain Pokemon Go.

Sensor Tower, sebuah lembaga analis, memprediksi keuntungan yang didapatkan oleh pengembang Pokemon Go diperkirakan mencapai 200 juta dollar AS atau Rp2,6 triliun.

Nilai keuntungan itu melewati permainan populer lain yang lebih dulu dirilis, seperti Clash Royale yang dalam 30 hari pertama hanya mengantongi keuntungan sekitar setengahnya saja. Selain itu keuntungan Rp2,6 triliun juga berhasil melewati permainan populer lainnya Candy Crush Saga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar