06/08/17

Generasi Y Tidak Baca Koran




Dalam sambutannya pada acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) I Partai Hanura Tahun 2017 di Bali, Jumat (4/8). Presiden Joko Widodo mengingatkan tentang kemunculan generasi Y sebagai agen pembawa perubahan dalam kurun 5-10 tahun ke depan.
Jokowi menjelaskan, dirinya mengingatkan adanya generasi Y untuk menyadarkan kepada semua bahwa perubahan global, betul-betul ada, dan sudah nyata. Mereka akan mempengaruhi pasar baik politik maupun ekonomi Indonesia.

Sekarang sudah muncul generasi Y yang 5-10 tahun lagi akan mempengaruhi pasar, akan mempengaruhi landskap politik dan ekonomi kita. Akan terjadi perubahan yang sangat besar. Transisi ini yang harus kita waspadai karena generasi Y ini akan mempengaruhi, kata Presiden Jokowi dikutip dari merdeka.com (4/8/2017).

Generasi Y itu, tambah presiden, nantinya sudah tidak membaca koran, tidak melihat TV lagi, tapi pegangannya hanya satu yakni gadget, gawai atau smartphone. Mau lihat berita mereka hanya klik di situ. Ingin film atau TV mereka hanya klik seperti sekarang, netflix, nantinya semua akan mengarah ke sana, jelasnya.

Perubahan-perubahan seperti inilah yang harus disadari hingga nantinya akan ada landskap ekonomi baru dan landkap politik baru, baik global, nasional, maupun daerah. Oleh sebab itu,
Presiden Jokowi mengajak semua kalangan untuk bersiap menghadapi transisi-transisi seperti ini karena generasi Y itulah yang nanti mempengaruhi pasar, ekonomi, dan politik.

Pengembangan SDM
Presiden Jokowi juga mengingatkan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah, termasuk membangun proyek infrastruktur. Setelah pembangunan infrastruktur dikerjakan maka tahapan berikutnya yang harus dimulai adalah pembangunan sumber daya manusia.

Ini wajib dan harus kita lakukan karena persiapan-persiapan dalam menghadapi persaingan global itu harus betul-betul kita siapkan secara detail dan baik. Tidak bisa lagi, misalnya saya berikan contoh pendidikan vokasional kita dan perguruan tinggi itu monoton dan rutinitas seperti yang kita hadapi sekarang. Linier seperti yang kita kerjakan sekarang ini. Kita juga harus berani mengubah semuanya,kata Presiden Jokowi.

Dia mencontohkan misalnya SMK yang sudah puluhan tahun hanya membuka jurusan bangunan, jurusan listrik, dan jurusan mesin, padahal dunia sudah berubah.
Mestinya jurusan-jurusan ini juga harus diganti dengan perubahan-perubahan yang ada. Bisa saja jurusan animasi, jurusan video, jurusan retail, jurusan mekatronika, tutup Jokowi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar