23/02/13

Makna Tujuan Komunikasi

KOMUNIKASI adalah pesan yang disampaikan kepada penerima dari sumber melalui saluran-saluran tertentu, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Tujuannya adalah memberikan dampak atau effect kepada penerima sesuai dengan yang diinginkan sumber.

Harold Dwight Lasswell, American political scientist and communications theorist, menyatakan komunikasi adalah suatu proses yang menjelaskan; Siapa? Mengatakan Apa? Melalui Apa? Kepada Siapa? Akibatnya Apa?

Secara detail, Lasswell (February 13, 1902 – December 18, 1978) menjabarkan definisi tersebut sebagai berikut:

Who (siapa). Sumber adalah pelaku utama yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau memulai suatu komunikasi, bisa individu, kelompok, organisasi maupun suatu negara sebagai komunikator.

Says What (pesan). Apa yang akan disampaikan kepada penerima dari sumber atau isi informasi. Merupakan seperangkat simbol verbal atau non-verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan, yaitu makna, simbol, dan bentuk pesan.

In Which Channel (media). Alat untuk menyampaikan pesan dari sumber kepada penerima baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain melalui media cetak, elektronik dan lainnya.

To Whom (untuk siapa). Orang atau organisasi yang menerima pesan dari sumber sebagai tujuan bagi pendengar atau audience, penerima, atau penafsir.

What Effect (efek). Dampak yang terjadi pada penerima setelah menerima pesan dari sumber, seperti perubahan sikap dan bertambahnya pengetahuan.

Sementara itu, ahli social komunikasi Carl Iver Hovland (June 12, 1912— April 16, 1961), menjabarkan komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan, biasanya menggunakan lambang verbal untuk mengubah perilaku orang lain.

Implementasi teori Hovland banyak diterapkan oleh sebuah organisasi dengan membuat simbol atau logo sebagai ciri khas yang memiliki filosofi bagi organisasi tersebut. Cara ini membutuhkan waktu yang tidak instans agar penerima langsung memahami maksud dari sumber.

Di Indonesia, teori Hovland dapat berupa rambu-rambu lalulintas. Sebagai pengendara kendaraan bermotor harus paham betul membaca rambu-rambu lalulintas yang hanya menampilkan lambang atau gambar. Jika kondisi jalanan terlihat tertib dan disiplin, maka tujuan sumber mengkomunikasikan melalui logo sudah tepat untuk mengubah perilaku para pengendara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar