13/02/14

Tips Mengukur Tahapan Humas

AKTIVITAS kehumasan dilakukan dalam suatu rangkaian proses manajemen kehumasan yang dimulai dari tahap pengidentifikasian masalah. Tahap ini para Humas harus memantau apa saja yang menjadi opini publik terkait dengan aktivitas organisasinya.

Humas akan menggunakan berbagai metode seperti halnya seorang peneliti dalam mempelajari isu yang berkembang. Sehingga permasalahan yang diidentifikasi akan masuk pada tahap berikutnya yakni tahap perencanaan kegiatan.

Tahap perencanaan ini Humas akan menyusun serangkaian kegiatan yang digunakan untuk menghadapi stakeholders. Proses ini pula ditetapkan anggaran yang diperlukan agar aktivitas yang dilakukan bisa terselenggara dengan baik.

Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan tahap mengkomunikasikan kegiatan kepada manajemen. Tahap ini menjadi penting karena pihak Humas harus mampu menentukan media komunikasi apa yang akan digunakan sesuai dengan target dan strategi komunikasi yang akan ditempuh.

Proses komunikasi ketika berhadapan dengan publik tidak semata-mata bergantung pada penggunaan media komunikasi konvensional. Humas pun bisa menggunakan forum komunikasi lainnya, misalnya tatap muka atau melalui pertemuan serta sharing informasi dalam kelompok-kelompok strategis.

Untuk tahap akhir adalah evaluasi. Tahap ini menjadi suatu hal yang sangat penting karena akan dilihat, apakah kegiatan yang diselenggarakan Humas berjalan dengan baik, berhasil tidaknya proses, dan apakah penggunaan media komunikasi atau strategi komunikasinya berjalan efektif.

Ini menjadi penting untuk memahami apa yang dikenal dengan proses pengukuran kegiatan kehumasan atau PR Measurement.

Pengukuran kegiatan kehumasan kadang kurang mendapat perhatian dari praktisi Humas bahkan ada yang melihat kegiatan pengukuran hasil merupakan suatu kegiatan yang sangat memakan biaya.

Bagaimana tidak. Proses kegiatan ini membutuhkan anggaran yang tidak kecil, terutama melakukan penelitian di lapangan. Alasan lain muncul karena ada semacam anggapan kegiatan itu cukup merepotkan.

Untuk melakukan proses pengukuran ini para Humas harus membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan metodologi serta proses analisis data.

Anggapan lain pun muncul bahwa kegiatan komunikasi kehumasan tidak bisa menunjukkan dampak langsung pada hal-hal yang berkaitan dengan penjualan, sebagaimana yang terjadi pada kegiatan periklanan.

Terlepas dari itu, sesungguhnya proses evaluasi melalui pengukuran kehumasan memiliki tujuan jauh lebih strategis.

Jim Macnamara, seorang praktisi humas, mengatakan, untuk mengetahui sejauhmana efektifitas penggunaan media komunikasi yang tidak kalah penting adalah mengetahui dampak lebih lanjut setelah publik mendapatkan informasi.

Secara metodologis proses pengukuran bisa dilakukan dengan mengukur media melalui metode kuantitatif maupun kualitatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar