22/02/14

Humas Sambut ASEAN Community 2015

PADA 2015, negara-negara di kawasan ASEAN akan bergabung dalam suatu komunitas yang popular disebut ASEAN Community (Komunitas ASEAN). Secara umum komunitas ASEAN itu berfokus pada tiga pilar utama, yaitu berkaitan dengan masalah ekonomi yang dikenal istilah ASEAN Economic Security.

Untuk bidang keamanan politik atau ASEAN Political Security dan social budaya atau ASEAN Socio Culture Community. Pada pilar pertama, terlihat ada beberapa hal strategis, di antaranya: Pertama, kawasan ASEAN menjadi pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas.

Kedua, ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan e-commerce.

Ketiga, ASEAN menjadi kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, Vietnam).

Keempat, ASEAN menjadi kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta jejaring produksi global.

Berbagai pilar inilah yang nantinya akan menjadi fokus utama dalam aktivitas ekonomi komunitas ASEAN 2015.

Salah satu isu penting yang terkait dengan pilar ekonomi ASEAN adalah menyangkut arus bebas tenaga kerja terampil. Kesempatan kerja akan terbuka luas bagi kalangan profesional manakala AEC terwujud pada 2015.

Warga negara ASEAN dapat keluar masuk dari satu negara ke negara lain untuk mendapatkan pekerjaan tanpa ada hambatan di negara yang dituju. Namun, para pekerja yang menjadi fokus dari AEC adalah yang memiliki ketrampilan (Skilled labor).

Untuk mendukung pergerakan tenaga kerja tersebut hal itu ditandai melalui perjanjian MRA (Mutual Recognition Arrangement).

Ketua Perhumas periode 2011-2014, Prita Kemal Gani mengatakan, tenaga kerja terampil terkait pula dengan bidang-bidang dan profesi komunikasi lainnya.

“Dewasa ini, persaingan para profesional yang bekerja dalam bidang Humas menjadi semakin meningkat seiring dengan semakin terbukanya profesi ini bagi setiap orang yang memenuhi kualifikasi atau tuntutan yang dipersyaratkan,” paparnya dalam newsletter Edisi 21/2/2014.

Dalam lingkup PERHUMAS, lanjut dia, para praktisi Humas yang tergabung lebih dari 7500 orang. “Tentu masih banyak pula yang tergabung dalam organisasi kehumasan lain seperti di BAKOHUMAS, Humas BUMN, Humas Perhotelan, Humas Perbankan, dan sebagainya,” tambahnya.

Prita menambahkan, para praktisi Humas di Indonesia, nantinya akan menghadapi persaingan yang sangat sengit menghadapi masuknya para praktisi Humas dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

“Berbagai pertanyaan pun akan bergulir yang semuanya berkaitan dengan persiapan para professional Humas kita. Tidak ada pilihan lain bagi kita selain mempersiapkan diri. Persiapan yang paling penting, tentu menyangkut peningkatan kompetensi diri,” harap Prita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar