12/06/14

Trik Manajemen Isu

ORGANISASI atau perusahaan selalu mengharapkan adanya dukungan positif dari publik. Dukungan itu antara lain terpancar dari informasi atau cerita yang bergulir tentang  aktivitas organisasi tersebut. Namun, harapan tersebut bisa berbeda kenyataannya karena karakteristik publik yang dihadapi sangatlah beragam.

Karakteristik yang beragam tadi bisa mempengaruhi interpretasi dan pemahaman tentang maksud sebuah organisasi. Kerap muncul informasi yang simpang siur bahkan menyebar menjadi rumor atau isu.

Karena itu, organisasi mau tidak mau harus melakukan manajemen isu agar mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola berbagai isu yang muncul serta mempengaruhi aktivitas atau kelangsungan hidup suatu organisasi.

Dalam kajian organisasi, manajemen isu cenderung dilakukan banyak pendekatan. Salah satu cara yang cukup populer adalah pendekatan terintegrasi (engagement approach), yang diperkenalkan Taylor, Vasques dan Doorley (2003).

Pendekatan terintegrasi itu menegaskan dialog aktif atau keterlibatan antara organisasi dan publik yang merupakan cara paling efektif dalam mengelola isu. Konsep terintegrasi (engagement) dalam konteks ini mengacu kepada pemahaman bahwa stakeholder relevan dipertimbangkan dan dilibatkan dalam keputusan organsiasi.

Ada tiga asumsi penting yang berkaitan dengan pendekatan terintegrasi. Pertama, semua organisasi berusaha memaksimalkan hasil atau outcome mereka. Manajemen isu membantu organisasi tumbuh dan bertahan hidup karena memberikan organisasi alat untuk memaksimalkan peluang. 

Bagaimana pun kepentingan organisasi tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Oleh karenanya, pendekatan integrasi mengedepankan pemahaman bahwa kepentingan organisasi dikontekstualisasikan oleh hubungan dengan beragam publiknya.

Kedua, pendekatan integrasi yang menjelaskan kepentingan publik merupakan konsekuensi yang muncul dikarenakan asumsi pertama. Dalam pendekatan ini, publik dilihat sebagai sumber daya dan organisasi bergantung pada situasi ini.

Ketiga, pendekatan integrasi menghargai nilai hubungan. Pendekatan terintegrasi merupakan pendekatan yang mengintegrasikan kepentingan organisasi dan publik dan mencermati bagaimana proses komunikasi memainkan peran krusial dalam menyelesaikan isu.

Model proses manajemen isu berkaitan dengan lima tahapan penting, yaitu melakukan identifikasi terhadap isu, mencari tahu darimana sumber isu itu bergulir dan isu apa yang relevan dengan organisasi kita.

Langkah kedua berkaitan dengan pemetaan isu. Dalam kegiatan ini Humas perlu memberikan atau menentukan peringkat atas isu yang bergulir. Pemeringkatan isu dilakukan berdasarkan kepentingan isu yang bergulir tersebut.

Tahap ketiga tentunya harus menyusun strategi pengelolaan isu. Apa yang harus dilakukan agar isu itu tidak berkembang dan menjadi persoalan yang merugikan organisasi. Dalam rangka ini perlu dilakukan perancangan pesan untuk mengelola isu tersebut, terkait pula dengan media yang akan digunakan.

Keempat adalah menyangkut  proses komunikasi atas isu tersebut. Bahwa isu yang negatif tentu harus ditanggulangi secara proporsional. Sementara isu yang positif harus dikembangkan secara baik.

Terakhir adalah melakukan evaluasi atas kegiatan manajemen isu yang telah dilakukan. Kegiatan evaluasi dimaksudkan untuk mencari tahu apakah kegiatan tersebut sudah sesuai dengan perencanaan? Dan kegiatan evaluasi pun penting untuk menentukan apa saja yang perlu direkomendasikan kepada pimpinan organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar