05/11/15

Perhumas Buka Perdagangan BEI

Wow….kesempatan langka dan sejarah bagi Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) sejak berdiri pada tanggal 15 Desember 1972, diberi kesempatan untuk membuka sesi pertama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 30 Oktober 2015.

Program ini menjawab program PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengajak seluruh institusi terkait pasar modal untuk melakukan seremoni pembukaan perdagangan sesi pagi secara langsung di lantai bursa.

Tujuannya BEI ingin mendekatkan pasar modal ke masyarakat dan bursa saham menjadi lebih terbuka bagi masyarakat. Selain itu, program ceremony bell ini merupakan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengintensifkan literasi keuangan kepada publik.

Ketua Umum Perhumas, Agung Laksamana mengatakan, beberapa bulan terakhir ini perekonomian Indonesia dan tak terkecuali para emiten menghadapi tantangan yang cukup berat, tetapi berkat komunikasi dan transparansi para emiten kepercayaan investor tetap terjaga.

“Perhumas juga mengajak seluruh pelaku pasar modal untuk tetap optimistis terhadap perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di urutan top dunia,” ucapnya.

Ia menambahkan Perhumas mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para emiten, khususnya dalam menerjemahkan informasi keuangan dan kinerja perusahaan yang kerap sulit dipahami oleh masyarakat dan calon investor pemula.

Financial communication dan investor relations adalah bagian dari kegiatan kehumasan perusahaan. Apabila dikelola dengan baik, maka dapat menjaga harga saham dari volatilitas serta membangun reputasi perusahaan dengan sendirinya,” ujar Agung.

Agung menambahkan, saat ini, Perhumas terus mengedepankan berbagai fungsi kehumasan dalam perusahaan, karena banyak yang memandang sebelah mata terhadap disiplin ilmu PR dalam korporasi.

Menurutnya, PR adalah fungsi manajemen strategis yang mengintegrasikan keuangan, komunikasi, pemasaran, dan kepatuhan hukum sekuritas yang paling efektif. Untuk membangun komunikasi dua arah yaitu antara perusahaan, masyarakat keuangan, dan konstituen lain.

“Berbagai kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh kehumasan korporasi akan memberikan kontribusi bagi perusahaan emiten di BEI. Dalam mencapai fair value pada harga saham masing-masing emiten,” ujarnya.
Ke depan, Perhumas akan terus bekerja sama dengan BEI dan para emiten dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dunia investasi di Indonesia.

Untuk meningkatkan kompetensi praktisi humas. Dalam waktu dekat ini, Perhumas akan mengadakan Konvensi nasional Humas (KNH) 2015 yang digelar pada tanggal 18-20 November 2015 di Sari Pan Pacifik Hotel Jakarta.
Rencananya, event akbar tahunan Perhumas ini, bakal dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Selain membuka acara, Presiden juga akan memberikan keynote speech bertema Building Trust Through PR in the Age of Dialogue.

Tahun 2015, KNH mengangkat tema Public Relations Journey: The Sustainable Path To Trust & Reputation”. Tema ini sengaja diangkat untuk menjabarkan tantangan dan peluang terkini bagi praktisi Public Relations, khususnya menyambut pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016 nanti.

Beberapa pembicara yang akan hadir, antara lain Menkominfo Rudiantara, MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Pariwisata Arief Yahya, CEO dan Chairman dari berbagai industri dan para pakar di bidang komunikasi.

Akhir acara, peserta akan diajak berkunjung ke Gedung MPR RI dan diterima secara langsung oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Untuk mengetahui lebih banyak tema-tema yang akan dijabarkan dalam Konvensi Nasional Humas 2015, segera daftarkan diri Anda melalui website kami: www.perhumas.or.id/knh2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar