06/12/16

Iklan Sosmed Raih US$ 50 miliar di Tahun 2019

Belanja iklan global di media sosial diperkirakan mencapai US$ 50 miliar pada tahun 2019 atau 20 persen dari seluruh iklan internet. Angka itu hanya satu persen di bawah iklan surat kabar. Periode berikutnya iklan media sosial bakal menyalip iklan surat kabar di tahun 2020.

Prediksi belanja iklan itu diungkapkan oleh Agensi periklanan Zenith Optimedia, milik Publicis dari Prancis.

Menurut riset Zenith Optimedia, industri media dihadapkan pada pergeseran yang cepat dalam tren periklanan selama beberapa tahun terakhir. Anggaran iklan berpindah dari surat kabar ke website, baik di komputer maupun ponsel.

Tim pemasaran pun menyasar belanja mereka ke situs media, iklan berbaur dengan lini masa pengguna dalam berbagai platform, semisal Facebok dan Snapchat. Ini membuktikan aplikasi sosial media itu lebih efektif ketimbang model spanduk.

Untuk tahun 2017, Zenith memperkirakan belanja iklan global akan tumbuh 4,4 persen atau sama dengan tahun 2016.

Hal sama untuk iklan video online turut tumbuh pesat di dunia pada 2019 yang diperkirakan mencapai total US$ 35,4 miliar sedikit di atas radio tapi masih di bawah iklan televisi.

Acara besar seperti Olimpiade, referendum Uni Eropa Inggris Raya dan Pilpres AS berperan banyak terhadap iklan tahun ini.

“Media sosial dan video online terus tumbuh dari pengeluaran iklan global, meskipun ada gejolak politik,” ungkap riset Zenith dikutip dari Reuters.

Sementara itu, belanja iklan global sejak tahun 2010 terbilang stabil. Pertumbuhannya menurun di Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun China dan sebagian besar Asia masih tetap tumbuh pesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar