06/08/17

Hasil Survei Ditch The Label, Instagram Sasaran Cyberbullying




Hasil survei lembaga donasi anti bullying, Ditch The Label, kepada 10.000 remaja berusia 12 hingga 20 tahun di Inggris menyebutkan, Instagram menjadi media sosial yang paling umum digunakan untuk perisakan/perundungan di internet atau cyberbullying.

Cyberbullying yang dimaksud mencakup komentar negatif pada postingan tertentu, pesan personal tak bersahabat, serta menyebarkan postingan atau profil akun media sosial tertentu dengan mengolok-olok. 

Dikutip dari Mashable, hasil survei tersebut menunjukkan lebih dari 42 persen korban cyberbullying mengaku mendapatkannya di Instagram. Sebanyak 37 persen via Facebook dan 31 persen di Snapchat.

Survey ini menunjukkan pergeseran platform untuk melakukan perundungan dari sebelumnya Facebook, yang dinobatkan sebagai wadah cyberbullying nomor satu.

Pada tahun 2014, posisi Facebook sebagai media sosial paling rentan cyberbullying masih terjaga. Namun persentasenya berkurang menjadi 39 persen remaja yang mengalami cyberbullying dan 22 persen di Instagram. Biasanya komentar-komentar negatif itu muncul di Status atau Notes sebagai hidangan sehari-hari di Facebook.

Sejatinya Instagram merupakan platform untuk berbagi konten visual bukan teks. Meski begitu, komentar-komentar yang merespons konten visual, pengguna agaknya banyak yang tergolong sebagai cyberbullying.

Tanggapan Instagram

Menanggapi laporan ini, Policy Chief Instagram Michelle Napchan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan layanannya untuk memberantas cyberbullying. “Kami tahu komentar-komentar yang diposting orang lain bisa berdampak besar dan kami telah berinvestasi pada teknologi baru untuk membantu Instagram menjadi platform yang aman dan positif,” kata Napchan.

Napchan menambahkan teknologi machine learning yang dikembangkan Instagram memungkinkan komentar-komentar kasar dapat secara otomatis diblok dari akun pengguna. “Kami juga memberikan pilihan bagi pengguna untuk non-aktifkan komentar atau membuat daftar kata dan emoji yang ingin mereka sensor dari kolom komentar,” tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar