Alasan Perusahaan Jalankan CSR



SKALA dan sifat keuntungan dari CSR bagi organisasi dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut. Banyak pihak berpendapat amat sulit mengukur kinerja CSR meskipun banyak literatur yang memuat tentang cara mengukurnya, misalnya metode "Empat Belas Poin Balanced Scorecard” oleh Deming.


Contoh literatur lain adalah Orlizty, Schmidt, dan Rynes yang menemukan suatu korelasi positif meskipun lemah antara kinerja sosial dan lingkungan hidup dengan kinerja keuangan perusahaan.

Penelitian yang mengaitkan antara kinerja CSR (corporate social performance) dengan kinerja finansial perusahaan (corporate financial performance) menunjukkan kecenderungan positif. Namun, kesepakatan bagaimana mengukur hasil CSR belum tercapai.

Kesepakatan para pemangku kepentingan yang mendefinisikan berbagai subjek inti (core subject) dalam ISO 26000 Guidance on Social Responsibility akan lebih memudahkan perusahaan untuk menurunkan isu-isu setiap subjek inti dalam standar tersebut menjadi alat ukur keberhasilan CSR.

Hasil Survey "The Millennium Poll on CSR" (1999) terhadap 25.000 responden di 23 negara oleh Environics International (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) menunjukkan, dalam membentuk opini tentang perusahaan, 60% responden mengatakan etika bisnis, praktik terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan.

Sebanyak 40% responden menilai, citra perusahaan & brand image yang akan memengaruhi. Sisanya atau 1/3 responden mendasari opininya atas faktor-faktor bisnis fundamental, seperti finansial, ukuran perusahaan, strategi perusahaan dan manajemen.

Baca: Sosial Media Jatuhkan Kredibilitas Pejabat

Di sisi lain, sikap konsumen terhadap perusahaan yang tidak melakukan CSR sebanyak 40% responden ingin menghukum perusahaan tersebut dan 50% responden tidak akan membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan dan bicara kepada orang lain tentang kekurangan produk perusahaan tersebut.

Program CSR dapat berwujud rekruitmen tenaga kerja dan memperjakan masyarakat sekitar. Konsep CSR dapat dipergunakan untuk menarik perhatian para calon pelamar pekerjaan karena adanya persaingan kerja diantara para lulusan.

Kondisi itu akan terjadi peningkatan untuk ditanyakan kebijakan CSR perusahaan, terutama saat perusahaan merekruit tenaga kerja dari lulusan terbaik yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan. 

Dengan memiliki kebijakan komprehensif atas kinerja sosial dan lingkungan, perusahaan bisa menarik calon-calon pekerja yang memiliki nilai-nilai progresif.

CSR juga dapat digunakan untuk membentuk suatu atmosfer kerja yang nyaman di antara para staf, terutama dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang mereka percayai bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. 

Bisa dalam bentuk penyisihan gaji, penggalangan dana atau sukarelawanan (volunteering) dalam bekerja untuk masyarakat.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post