10/08/14

Kekuatan Media Massa

KEBUTUHAN informasi menjadi tuntutan manusia abad 21 dan tidak terpisahkan dari aktivitas masyarakat. Informasi yang banyak dicari biasanya yang dekat dengan kebutuhan manusia itu sendiri.

Namun informasi yang tengah ramai dibicarakan mendorong masyarakat untuk mencari tahu dari berbagai sumber penyedia informasi agar tetap up to date.

Penyedia informasi yang cepat dan akurat serta terpercaya biasanya disajikan oleh media massa. Sebab kehadiran media massa harus berbadan hukum dan menjadi sebuah industri media.

Oleh karena itu, media massa memiliki tanggung jawab kepada pembacanya dalam menyajikan informasi yang benar dan obyektif.

Untuk melihat informasi yang benar secara fakta, pembaca dapat menilainya dari sisi akurasi, obyektifitas, dan berimbang. Jika media mengesampingkan etika jurnalistik maka informasi yang disajikan dapat menjerumuskan pembaca untuk mengikuti arah media tersebut.

Dalam menyajikan informasi, seorang jurnalis harus melaporkan temuannya di lapangan berdasarkan fakta. Untuk memperkuat keterangan yang diperoleh di lapangan, kuli tinta itu biasanya mencari kutipan dari narasumber yang kompeten terhadap peristiwa yang ditemui.

Pastinya dalam menyajikan pemberitaan, jurnalis mengikuti kaidah dasar jurnalistik yaitu 5W+1H. Sehingga unsur opini tidak dibenarkan dalam penyajian pemberitaan.

Pada kenyataannya, media massa terkadang menggiring pembacanya atas informasi yang disajikan. Jika penggiringan itu mengajak masyarakat untuk berbuat baik, misalnya tidak korupsi. Tentu ini hasutan yang positif dan sah-sah saja agar berkehidupan lebih baik.

Namun, bagaimana jika penggiringan itu sudah tendensius terhadap seseorang atau institusi tanpa bukti yang kuat. Cara ini dapat merugikan pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.

Karena itu, media massa harus menjalankan etika jurnalistik dalam menyajikan pemberitaan. Setiap informasi yang ditampilkan secara tidak sadar memiliki kekuatan yang besar untuk menggiring pembacanya. Dan yang terpenting adalah seorang jurnalis dituntut menjadi profesional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar