18/04/15

Apa Kebutuhan Public Relation Tahun 2015?

Industri Public Relations (PR) tahun 2015 ini, diprediksi akan mengalami gejolak terkait kondisi bisnis di dunia yang “berayun”. Konsultan PR menyadari bahwa mereka harus memperbarui strategi dan keahlian jasa untuk tetap kompetitif menghadapi persaingan para agency yang semakin inovatif.
Untuk mengubah strategi dan meningkatkan keahlian. 5WPR, salah satu PR Agency asal New York, memberikan tips praktis. Agar keterampilan itu dapat diintegrasikan praktisi PR untuk berpikir di luar kotak PR tradisional dalam memenangkan keinginan klien mereka.

Social Media Optimization
Banyak praktisi PR mengakui optimasi media sosial menjadi komponen integral dari proses Public Relations. Cara ini dapat menghubungkan klien dengan pelanggan melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, atau Pinterest yang menjadi aspek tak terpisahkan dari proses PR di zaman modern.

Bagaimanapun juga praktisi PR menyadari kebutuhan interaksi dengan masyarakat umum dan membangun merek klien melalui media sosial sangat penting. Oleh karena itu, perusahaan PR yang ingin tetap relevan dan produktif tahun ini harus menguasai seni optimasi media sosial. Proses ini dapat melibatkan siapapun yang memiliki kekuatan untuk menyebarkan “virus” komunikasi dalam hitungan detik.

Manajemen Reputasi Online
Pelaku PR dalam prakteknya berpegang pada pengembangan reputasi klien untuk memelihara citra positif dibenak masyarakat. Strategi ini harus dilakukan diranah online selain offline atau biasa disebut “manajemen reputasi online.” Praktisi PR yang ingin memastikan klien mereka mempertahankan reputasi perlu menggunakan strategi MRO, seperti pemantauan ulasan internet untuk memastikan merek mereka “bersinar” di area online.

Konten Pemasaran
Dunia pemasaran dan hubungan masyarakat saat ini sudah terintegrasi. Kondisi ini memaksa praktisi PR untuk terampil mengatur dan memberi pelayanan kepada klien dalam mengoptimalkan brand atau produk klien secara efektif. Meskipun istilah “pemasaran konten” dapat didefinisikan secara luas. Hasil akhir kampanye ini adalah mencari cara yang efisien dan tepat sasaran.

Praktisi PR yang ingin memaksimalkan efektivitas keterampilan pemasaran konten perlu fokus pada penelitian target pasar. Hal ini akan membantu penggunaan bahasa dan ideologi untuk menyasar target produk dan jasa klien. Praktisi PR juga perlu mempelajari saluran media sosial yang tepat dalam memasarkan konten tersebut.

Meningkatkan Siaran Pers
Saat ini banyak Siaran Pers yang disebarkan oleh tim humas sudah ketinggalan jaman, baik dari sisi bentuk maupun isinya. Banyak perusahaan PR masih hanya menulis teks yang mereka harapkan masyarakat mau membaca.

Kenyataannya pembaca sudah bosan hanya sekedar teks. Pembaca ingin tampilan pendukung konten, seperti infografis, video atau logo. Dengan tambahan format itu, pembaca dengan cepat menangkap Siaran Pers dan mendapatkan pemahaman tentang apa ingin disampaikan oleh klien.

Kondisi tersebut menuntut praktisi PR berpikiran maju untuk membangun merek klien tidak lagi hanya sekedar teks saja. Langkah tadi harus berinteraksi dengan dunia desain grafis dan internet marketing. Sehingga pendekatan marketing melalui Siaran Pers menjadi optimal dan up to date.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar