11/02/18

Kuartal IV 2017, Twitter Untung USD 91,1 juta


doc.twitter

Twitter mengumumkan berhasil meraih keuntungan bersih pada Kuartal IV 2017 sebesar US$ 91,1 juta atau 12 sen per lembar saham atau menjadi 19 sen per lembar saham setelah penyesuaian.

Meski mencatat keuntungan dalam jumlah besar, pemasukan Twitter hanya tumbuh sekitar 2 persen dibanding tahun lalu. Lantaran pengguna Twitter tahun 2017 hanya meningkat 4 persen. Artinya, Twitter mempertahankan jumlah pengguna per bulan sebanyak 330 juta.

Dari sisi pendapatan, Twitter meraup US$ 732 juta dengan EBITDA (Earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization) senilai US$ 380 juta. Nilai ini melampaui estimasi FactSet dan StreetAccount sebesar US$ 241 juta.

Keberhasilan CEO Twitter Jack Dorsey menyedot keuntungan tak lepas dari strateginya melakukan sejumlah terobosan bisnis, antara lain memotong pos biaya guna mendapatkan keuntungan lebih.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Twitter Inc. Biaya yang dipotong meliputi kompensasi berbasis saham sebagai bagian dari gaji karyawan, riset dan pengembangan, serta penjualan pemasaran.

Pada Kuartal IV 2017, Twitter menghabiskan dana US$ 102 juta untuk kompensasi berbasis saham atau menghemat hingga 26 persen dibandingkan Kuartal IV 2016 yang mengeluarkan dana hingga US$ 138 juta.

Untuk dana riset dan pengembangan, pada Kuartal IV 2017 menghabiskan dana US$ 134 juta atau memotong 35 persen dibandingkan Kuartal IV 2016 sejumlah US$ 202 juta.

Sedangkan biaya penjualan dan pemasaran, pada Kuartal IV 2017 menghabiskan biaya US$ 163,5 juta atau turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai US$ 223 juta.

Selain itu, Twitter juga menutup sejumlah fitur pemasaran seperti Tellapart. Artinya, pendapatan Twitter saat ini murni berasal dari fitur aktif yang banyak digunakan pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar